7 Tren Social Media Marketing untuk Panduan Bisnis

7 Tren Social Media Marketing untuk Panduan Bisnis

Media sosial adalah salah satu alat pemasaran yang dinilai efektif dan makin populer dari tahun ke tahun. Secara global penggunanya mencapai lebih dari 3.6 triliun di tahun 2020, dan diprediksi akan terus meningkat hingga 4.41 triliun di tahun 2025. Mengetahui data ini, tentu alangkah baiknya jika pebisnis atau para marketer memaksimalkan media sosial dengan pertama-tama menggali lebih dalam tentang tren social  media marketing. 

Apa itu social media marketing

Sesuai namanya, strategi ini akan memanfaatkan media sosial dalam proses pemasaran. Anda pasti sudah tidak asing dengan Facebook atau Instagram, namun kemajuan era digital membuat opsi media sosial terus berkembang. Platform yang ada bisa sangat luas. Metode ini sendiri melibatkan pembuatan konten untuk menarik perhatian audiens atau pengguna medsos sehingga mereka mau terlibat dalam interaksi, termasuk ikut menyebarluaskan konten. 

Banyak orang menghabiskan waktu mereka di media sosial, mulai dari mencari informasi hingga sekadar scrolling untuk menemukan hiburan menarik di kala senggang. Data menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dihabiskan per orang untuk bermain medsos adalah 2,5 jam per hari. Jika bisa dioptimalkan dengan baik, ini adalah kesempatan bagi brand untuk menjangkau target audiens mereka. 73% marketer pun percaya bahwa social media marketing tergolong cukup hingga sangat efektif untuk bisnis. 

Tren penting social media marketing 

Setiap platform melakukan pengembangan terhadap panduan komunitas hingga fitur mereka untuk kenyamanan pengguna. Selain itu, jangan lupa dengan perilaku audiens yang juga berubah seiring waktu, mereka semakin kebal dengan tipe promosi langsung atau iklan yang mengganggu (push marketing). Jadi, strategi yang Anda gunakan sebelumnya bisa jadi tidak lagi efektif karena perubahan-perubahan ini. 

Lalu, apa saja yang harus diperhatikan agar social media marketing bisa berjalan optimal? Langsung simak penjelasan 7 tren penting berikut ini.

1. Format video makin disukai 

Konten audio visual diminati pengguna medsos. Di awal 2020, Hubspot menemukan bahwa video berada di posisi kedua sebagai tipe konten yang engaging. Tren  yang ada sekarang pun makin mendorong penggunaan format video sebagai konten. Hal ini bisa dilihat dari popularitas video berdurasi singkat yang diproduksi melalui aplikasi khusus video seperti TikTok atau Instagram yang juga memberi perhatian besar lewat fitur Reels. 

Video memudahkan pengguna dalam menikmati konten karena formatnya yang lebih memikat emosi. Hal yang perlu diingat adalah jangan lupa memperhatikan aturan ideal masing-masing platform sebelum membuat konten. Misalnya, resolusi, rasio tampilan, durasi, dan lainnya.

2. Kombinasi influencer dan konten otentik 

Medsos tidak hanya digunakan untuk berkoneksi dengan teman-teman, pengguna juga mengikuti berbagai akun yang menarik minat mereka seperti akun para influencer. Akun dengan jumlah pengikut banyak dan loyal seperti influencer punya peran besar dalam proses marketing. Banyak pelanggan mengaku percaya rekomendasi influencer sehingga mendorong keputusan pembelian. 

Sayangnya, metode ini perlu diperbarui. Saat ini, tidak cukup jika hanya mengacu pada banyaknya jumlah followers dan konten yang terlalu umum. Anda harus memperhatikan tingkat engagement dan kualitas konten yang otentik. Itu mengapa micro influencer semakin relevan sebagai alternatif pilihan. Konten otentik yang memuat brand Anda dan dipromosikan oleh influencer dengan tingkat engagement tinggi karena segmen audiens yang spesifik dinilai lebih efektif. 

3. Pemanfaatan social commerce 

Mencari informasi produk lalu bisa membelinya langsung di satu aplikasi akan memudahkan pengguna. Hal ini juga lah yang terus berkembang dalam tren media sosial. Facebook dan Instagram telah hadir dengan fitur Shop yang kemudian diikuti juga oleh TikTok yang bekerjasama dengan Shopify, platform belanja terbesar, untuk berinvestasi di social commerce. Anda bisa memaksimalkan branding melalui konten dan konversi dalam satu waktu. 

4. UGC lebih memikat

Perilaku pengguna terus berubah. Anda tidak lagi bisa menggunakan cara tradisional yang "memaksa" audiens untuk melihat konten promosi Anda. Ingat, pengguna semakin kebal dengan iklan. Mereka lebih suka dengan konten yang otentik ketika memutuskan untuk memilih brand. Di sinilah peran User-Generated content (UGC), yakni pesan promosi yang diselipkan dalam konten buatan pelanggan. 

Cara ini lebih efektif karena tidak hanya meningkatkan brand awareness, tapi juga menambah trust sehingga mendorong keputusan pembelian. 84% pelanggan percaya dengan rekomendasi teman sebaya mereka. Jadi, ajak pelanggan Anda untuk membuat UGC. Gunakan campaign dengan hashtag khusus untuk menarik perhatian dan minat mereka. Buat challenge dengan reward untuk mendorong mereka melakukan ini. 

5. Maksimalkan story 

Belakangan, Instagram meng-update stiker link di instastory yang bisa digunakan semua pengguna. Sebelumnya, fitur arahan menuju link tertentu ini berupa swipe-up yang hanya bisa digunakan oleh akun dengan followers minimal 10K. Perubahan ini menunjukkan dukungan untuk penggunaan fitur story yang terus diminati. Berbagai platform juga mulai menambahkan story, misalnya LinkedIn. 

Kebanyakan audiens mengatakan tertarik dengan produk setelah melihat konten mengenai produk tersebut di story.  Story memungkinkan marketer untuk mengunggah berbagai format postingan dengan pendukung yang menarik seperti sticker, filter, dan sebagainya. Story juga meningkatkan potensi interaksi brand Anda dengan audiens. Melalui fitur polling atau ask question misalnya, Anda bisa melakukan survey singkat untuk mengetahui respons atau opini mereka tentang produk Anda. 

6. Media sosial sebagai layanan pelanggan

Perkembangan digital yang semakin pesat beriringan dengan perubahan perilaku konsumen. Media sosial kini bukan lagi sekadar platform yang akan membantu brand menunjukkan identitasnya atau meraih perhatian audiens, melainkan juga sebagai media customer service untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Pelayanan yang maksimal akan sangat mendukung keberhasilan proses marketing. 

Komitmen Anda untuk mendengar pelanggan itu penting. Beri respons jika mereka menyalurkan feedback melalui komentar atau message, bahkan untuk feedback yang berupa kritik. Interaksi yang berkesan adalah kesempatan untuk menambah kepuasan mereka sehingga poin brand loyalty meningkat. Kebanyakan CRM memaksimalkan integrasi media sosial untuk memudahkan pelanggan menjangkau dan mengontak layanan pelanggan. 

7. Content value lebih berharga 

Sejak pandemi, kebanyakan produksi konten dilakukan di rumah. Kualitas produksi yang belum bisa maksimal ternyata tidak menurunkan engagement secara signifikan selama isi konten masih memiliki value di mata audiens. Brand dapat terus berinteraksi dengan audiens dengan menyajikan informasi atau hiburan yang menarik. Tone yang digunakan sebaiknya fokus untuk mengenal pain points target dan menjadi solusi untuk mereka. Singkatnya, harus bisa lebih berempati dengan bahasan yang lebih bermanfaat.

Brand sebaiknya jangan pusing dengan kuantitas konten. Coba utamakan membuat konten berkualitas secara konsisten, terlebih jika brand bisa membangun koneksi antara satu konten dengan lainnya sehingga bisa mengarahkan audiens secara efektif untuk mengenal produk dan melakukan pembelian.

Baca jugaContent Marketing, Definisi, Manfaat dan Cara Melakukannya

Kesimpulan 

Strategi social media marketing harus bisa beradaptasi dengan perubahan platform maupun penggunanya. Satu campaign tidak bisa diunggah begitu saja tanpa menyesuaikan format ideal masing-masing media sosial. Anda juga harus memaksimalkan proses personalisasi konten untuk target yang lebih mengerucut agar efektif. Kuncinya, brand akan stand out dengan konten kreatif yang otentik.

Share