Cek 9 Prediksi Trend Bisnis Online di Tahun 2022!

Cek 9 Prediksi Trend Bisnis Online di Tahun 2022!

Sejak pandemi COVID-19, transaksi digital bertumbuh pesat.

Buktinya, nilai belanja produk lewat website/apps e-commerce di Indonesia naik 67%. Yang tadinya Rp671 triliun menjadi Rp1.001 triliun (TrenAsia, 2021). Dan, diprediksi akan meningkat 100% lebih pada 2025.  

Tentunya, ini tidak lepas dari kehadiran e-commerce dan tren belanja online yang berkembang di masyarakat.

BACA JUGA: Perkiraan Tren Pasar e-Commerce Indonesia pada Q1-2022

9 Prediksi Trend Bisnis Online 2022 

Ini adalah perkiraan masa depan bisnis online di tahun mendatang:

1. Bisnis Kian Mengadopsi Penggunaan Teknologi

Di tahun depan, penggunaan teknologi semakin marak. Alasannya, teknologi memudahkan orang untuk memulai hingga menjalankan bisnis.

Misalnya, pengusaha kafe. Tanpa gedung serta karyawan dalam jumlah banyak, mereka bisa membuat kafe digital melalui website ataupun aplikasi. Di sana sudah ada fitur kasir, pengiriman, hingga katalog menu yang bisa di-update sehingga tak usah cetak ulang buku menu.

Tak hanya platform yang dipakai berbisnis, strategi marketing pun juga mulai mengadopsi teknologi. Seperti:

Teknologi Pengertian
Chatbots program berbasis artificial intelligence (AI) yang berfungsi untuk melayani live chat dengan konsumen.
Artificial Intelligence program kecerdasan buatan yang bisa memprediksi pola sifat dan aktivitas konsumen.
Video Marketing praktik pemasaran dengan memanfaatkan video.
Visual Search teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pencarian berbasis gambar. 
Voice Search melakukan pencarian dengan suara.
Augmented Reality teknologi yang mampu menyatukan realita dengan dunia digital.
Interactive Content Konten yang menyajikan fitur-fitur untuk mengundang interaksi dari para pembaca.
Geofencing Technology Teknologi yang memungkinkan bisnis menargetkan calon konsumen di wilayah tertentu.
Big Data sekumpulan data yang volumenya sangat besar, dan volumenya akan berkembang secara terus menerus.
Internet of Things istilah yang kerap digunakan untuk menjelaskan konsep terhubungnya berbagai perangkat dengan internet. 
Social Commerce gabungan dari sosial media dan e-commerce

Selain contoh di atas, masih banyak lagi marketing trends yang sudah melibatkan teknologi.

Jadi bisa Anda simpulkan, bisnis yang mengabaikan penggunaan teknologi ibarat memasang bom waktu. Bisa jadi jatuh karena tergilas kompetitor, ataupun kehilangan pelanggan gara-gara tidak relevan dengan zaman.

2. Konsumen Digital Meningkat Pesat

“Bisnis online di Indonesia mah susah. Pada belum siap pindah ke digital xD”

Eitss, jangan salah. Saat ini, konsumen digital di Indonesia meningkat pesat, lho. Kira-kira, ada 21 juta konsumen digital baru di Indonesia. Tak hanya di daerah metropolitan, tapi sudah meluas ke kota-kota di tier 3 dan 4.

Tier Kelompok Daftar Kota…
1 Metropolitan Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dll
2 Rising urbanities Semarang, Makassar, dan Denpasar, dll
3 Slow adopters Kota Prabumulih, dan Kabupaten Bangli, dll
4 Rigid watchers Kabupaten Jepara, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Poso, dll

Hal ini juga bisa dilihat dari tren pencarian kata kunci ‘belanja online’ dan turunannya yang telah menyebar ke mayoritas wilayah di Indonesia. Kemungkinan, orang-orang memang mencari cara untuk bertransaksi secara online.

3. Toko Fisik Lebih Sepi

Masih berhubungan dengan pembahasan sebelumnya, meningkatnya konsumen digital memungkinkan toko fisik menjadi lebih sepi.

Faktanya, 66% orang memang lebih memilih belanja online daripada offline, lho. Bahkan meski ada toko fisiknya, orang tetap akan beli secara online. Sebab, lebih praktis dan sering memberikan promo besar.

Jadi jangan heran, kunjungan ke website commerce meningkat drastis. 

Dan, mesti Anda tahu, traffic menjadi salah satu indikator penting performa toko online. Meski bukan jaminan cuan, tingginya traffic memperbesar potensi mendapat customer.

Sekarang, mari lihat ilustrasi sales funnel di bawah ini. Sales funnel adalah tahapan yang dilalui pelanggan potensial untuk menuju keputusan pembelian.

Ibarat mendulang emas, Anda perlu menyaring kumpulan pasir, batu, hingga lumut menjadi bagian yang lebih halus. Sampai akhirnya hanya biji emas yang tersisa.

Nah untuk menyaring traffic yang melimpah menjadi pelanggan, berikut hal yang bisa Anda lakukan:

  • Menggunakan beberapa channel marketing untuk membantu menyumbang traffic;
  • Dibandingkan paid ads, strategi SEO (organik) bekerja cukup efektif di beberapa hal. Misalnya, meningkatkan brand awareness. Apalagi sumber traffic mayoritas berasal dari search engine;
  • Melakukan remarketing atau proses menghubungi konsumen Anda untuk memantik lagi niat membelinya. 

Nah, hal ini jugalah yang berbagai perusahaan sukses lakukan untuk mengubah traffic menjadi pelanggan. Mari melihat beberapa contoh perusahaan berikut.

TRAVELOKA – Perusahaan Travel

Penerapan Strategi Omnichannel Marketing 

Prediksi trend bisnis online berikutnya, omnichannel marketing.

Omnichannel marketing adalah strategi pemasaran menggunakan berbagai platform sekaligus. Entah itu website, media sosial, email, ataupun toko fisik.

Faktanya, omnichannel marketing memungkinkan frekuensi pembelian 250% lebih tinggi daripada hanya mengandalkan satu channel saja (Omnisend, 2020). Gara-garanya, brand bisa menyentuh target konsumen dengan pendekatan yang berbeda-beda.

Mari jadikan Samsung sebagai contoh. Silakan lihat grafik kunjungan ke website Samsung di bawah ini.

Sekarang, coba bayangkan kalau Samsung hanya mengandalkan media sosial saja untuk promosi. Kemungkinan, promosi hanya sampai ke 2,04% audiens saja.

Namun karena Samsung memanfaatkan berbagai channel marketing, pintu masuk traffic pun terbuka di mana saja. Alhasil, potensi menjaring customer pun lebih besar.

5. M-Commerce Semakin Dibutuhkan

Mobile commerce, atau m-commerce, adalah sistem perdagangan melalui perangkat mobile. Baik melalui website ataupun aplikasi.

Daripada desktop, transaksi lebih banyak konsumen lakukan lewat mobile.

Oleh sebab itu, Anda wajib membuat website toko online yang mobile-friendly. Selain membuat toko online mudah diakses, m-commerce juga membuat belanja digital lebih ramah awam.

Untuk membuat website mobile-friendly, Anda bisa menggunakan beberapa cara ini:

  1. Install tema yang responsif;
  2. Buat menu yang simpel;
  3. Sertakan kolom pencarian;
  4. Pilih jenis font yang tepat;
  5. Pastikan ada whitespace cukup;
  6. Buat form yang singkat;
  7. Lakukan optimasi gambar;
  8. Kurangi pop-up;
  9. Pakai AMP;
  10. Tinggalkan Flash
  11. Jadikan kecepatan sebagai prioritas.

Nah supaya performa m-commerce lebih maksimal, Anda boleh coba membangun PWA.

PWA (Progressive Web App) adalah aplikasi yang dibangun dengan mengoptimasi website. Sehingga, situs lebih cepat, UX lebih intuitif, dan Anda tak usah membuat aplikasi mobile secara terpisah.

6. Customer Experience Adalah Prioritas

Peran teknologi memang mendominasi trend bisnis online. Namun sebenarnya, fokusnya ke customer experience.

Customer experience adalah pengalaman pelanggan saat berinteraksi dengan bisnis Anda. Contoh: mengakses website dengan cepat, mendapat rekomendasi produk sesuai minat, dll.

Sekarang, bayangkan Anda Anda mau belanja baju lewat smartphone dan ada dua toko online menawarkan barang serupa.

Saat mengakses website toko online pertama, Anda harus menunggu lima detik sampai halaman tampil sempurna. Sayangnya, katalog produk terlalu kecil, tombol navigasi rumit, tidak ada fitur kontak customer service, dll. Bikin malas, bukan?

Sedangkan kalau di web toko online kedua, page laodnya hanya sedetik dan tampilan situsnya pun sesuai ukuran layar smartphone Anda. Pasti, Anda akan memilih belanja lewat toko online kedua, karena jauh lebih mobile-friendly dan navigasinya pun mudah.

Nah dengan memaksimalkan pengalaman pelanggan, bisnis Anda mampu tumbuh secara positif. Baik itu meningkatkan loyalitas pelanggan, mempertahankan customer retention, dan banyak lagi.

7. Pengalaman Belanja yang Personal

Saat ini, personalized marketing sudah menjadi prediksi trend bisnis online mendatang. Personalized marketing adalah strategi pemasaran dengan mengirim info relevan ke individu tertentu.

Faktanya, 91% konsumen lebih suka belanja ke toko dengan tawaran ataupun rekomendasi yang sesuai kebutuhan mereka.

Nah, salah satu cara menciptakan pengalaman belanja personal yaitu dengan memakai big data.

Big data adalah kumpulan data yang besar, kompleks, dan terus bertambah. Seperti nama, alamat, email, dll. Asalnya tentu saja dari berbagai aktivitas di internet (transaksi digital, berlangganan newsletter website, main medsos, dsb). 

Memanfaatkan big data, Anda bisa membuat tawaran yang relevan dengan target pasar. Jadi, baik produk sampai cara pemasaran Anda pun lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan

Tips!

Tak mesti dilakukan perusahaan besar, bisnis online tingkat kecil-menengah juga bisa kok menerapkan big data. Misalnya dengan membuat website, Anda bisa memasang fitur-fitur ini untuk mengumpulkan data:

  • Plugin Contact form 7 untuk mendapatkan nama, alamat, email, hingga feedback visitor website;
  • Plugin LiveChat untuk mengetahui topik-topik yang sedang visitor ingin tahu.
  • Google Analytics untuk melacak, melihat sumber pengunjung, dll;
  • MonsterInsights untuk mengevaluasi performa ads, form, hingga konten yang paling populer di website;

8. Dynamic-Pricing

Dynamic-pricing adalah sistem penetapan harga berdasarkan waktu tertentu. Artinya, harga produk terus berubah menyesuaikan momentum, kriteria audiens, ataupun algoritma lain yang perusahaan tentukan.

Kenapa dynamic pricing bisa menguntungkan? Berikut alasannya:

  • Perusahaan punya kendali lebih besar untuk mengendalikan harga;
  • Melihat perilaku customer terhadap produk dan penawaran harga;
  • Menciptakan perasaan FOMO bagi customer.

Salah satu perusahaan yang sukses menerapkan strategi ini yaitu Amazon. Setiap 10 menit, Amazon memperbarui harganya. Hasilnya, e-commerce ini mampu meroketkan keuntungannya hingga 25%.

Kalau Anda tertarik menerapkan dynamic pricing ke bisnis online, terlebih dahulu silakan kumpulkan data konsumen untuk menentukan harga serta algoritma sistem.

BACA JUGA: 5 Prediksi Tren Digital di Tahun 2022

9. Beragamnya Pilihan Payment Gateway

Seiring meningkatnya trend transaksi digital, opsi pembayaran yang konsumen pakai pun makin beragam.

Jika toko online tidak menyediakan payment gateway yang dibutuhkan, konsumen bisa terkena biaya admin tambahan. Bukan tidak mungkin kalau akhirnya konsumen pun beralih ke toko online lain.

Oleh sebab itu, setiap bisnis online perlu menyediakan berbagai payment gateway pada website ataupun aplikasinya. Baik itu digital wallet, bank transfer, dll.

Kabar gembiranya bagi pengguna website WordPress, Anda bisa tinggal memasang plugin WooCommerce. Plugin ini menyediakan rekomendasi payment gateway seperti  DOKU, Midtrans, Faspay, dll.

Sumber: https://www.niagahoster.co.id/blog/prediksi-trend-bisnis-online/

Share