5 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan Seputar Digital Marketing

5 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan Seputar Digital Marketing

Mencari tahu strategi marketing untuk bisnis kecil yang Anda kelola mungkin terasa sulit. Anda bisa membaca artikel ini dan mendapat jawaban dari pertanyaan seputar digital marketing yang sering ditanyakan.

  1. Trik marketing apa yang bisa dipelajari oleh UMKM dari perusahaan Fortune 500?
  2. Bagaimana seharusnya “kampanye” marketing dirancang?
  3. Apa kunci strategi digital marketing yang sukses?
  4. Bagaimana seharusnya UMKM melakukan kampanye marketing?

1. Trik marketing apa yang bisa dipelajari oleh UMKM dari perusahaan Fortune 500?

Fortune 500 adalah sebuah daftar tahunan yang disusun dan diterbitkan oleh majalah Fortune yang memeringkatkan 500 perusahaan umum dan milik pemerintah teratas yang diperingkatkan berdasarkan pendapatan bruto mereka setelah penyesuaian dibuat oleh Fortune untuk menghindari dampak pajak eksis yang dikumpulkan perusahaan.

Perusahaan skala kecil seringkali lebih mampu mempertahankan fokus penting pada pelanggan dan dikenal karena leader-nya dibanding perusahaan besar. Akan lebih baik bagi perusahaan kecil unuk menyusun strategi yang fokus pada pelanggan.

Perusahaan kecil memiliki insfrastruktur teknis yang lebih sedikit, sehingga mungkin untuk dilakukan manuver peers untuk menghasilkan pengalaman pelanggan yang lebih baik di website, membuat konten yang lebih otentik dan menarik di media sosial.

Perusahaan kecil cenderung memiliki karyawan yang lebih bersemangat yang bersedia membuat konten yang menarik, berinteraksi dengan audiens di media sosial, dan bahkan mengarahkan referal untuk pelanggan baru. Bisnis kecil perlu mengidentifikasi kekuatan ini sejak awal serta fokus pada keterlibatan karyawan dan pelanggan sebagai bagian dari strategi marketingnya.

Retensi adalah rahasia strategi pemasaran dengan ROI tinggi. Di perusahaan yang lebih besar, bekerja sama dengan pelanggan yang sudah ada (exsisting customer) adalah hal sekunder yang dilakukan untuk mendorong pertumbuhan. Berbeda dengan perusahaan kecil yang cenderung tidak memiliki investasi tinggi. Bagi perusahaan kecil, untuk menjaga ROI nya tetap tinggi tapi dengan nilai investasi yang kecil, maka strategi retensi pelanggan adalah pilihan terbaik.

2. Bagaimana seharusnya “kampanye” marketing dirancang?

Istilah “kampanye” mungkin sudah tidak lagi sesuai saat ini. Pelanggan dan pembeli saat ini selalu mencari informasi, pengetahuan, dan solusi untuk masalah yang dihadapinya secara online. Marketer yang cerdas akan membuat strategi yang selalu bisa menjawab kebutuhan tersebut. Marketer seharusnya mulai fokus pada strategi marketing yang edukatif dan konten yang sifatnya non-promosi, dan membangun keterlibatan dengan pelanggan. Jangan lupa pula untuk menguji jalur konversi Anda. Analisis apakah strategi marketing yang Anda lakukan mengahsilkan banyak konversi bagi bisnis Anda? Jika tidak Anda mungkin perlu menggunakan strategi yang lain.

3. Apa kunci strategi digital marketing yang sukses?

Strategi digital marketing yang tepat selalu menguji apakah konten atau pesan marketing yang dibuatnya sudah tepat. Selain itu, Anda bisa mengubah filter audiens dan parameter penargetan. Elemen visual yang menarik juga merupakan kunci dari strategi digital marketing yang sukses. Yang terakhir ujilah jalur konversi Anda. Menjadi selalu aktiv dan melakukan perbaikan adalah kunci strategi yang sukses.

4. Bagaimana seharusnya UMKM melakukan kampanye marketing?

UMKM seringkali begitu putus asa untuk mencapai tujuan penjualan atau prospek, sehingga terlalu fokus pada tahap akhir proses pembelian. Strategi marketing harus sesuai dengan proses pembelian (buyer’s stage). Hal itu berarti Anda perlu membuat banyak konten di tahap awal.

Rata-rata untuk setiap pelanggan, ada 100 audiens di tahap awal buyer’s journey. 100 audiens ini adalah orang-orang yang tahu bahwa mereka memiliki masalah tetapi tidak yakin mengenai solusinya. Buatlah konten yang menjelaskan permasalahan mereka tersebut dan mengapa solusi itu penting (belum ada produk).

Untuk setiap pembeli, akan ada 10 orang di tahap menengah buyer’s journey. Orang-orang adi tahap ini mencari konten edukasi seputar solusi yang dibutuhkannya. Di tahap ini Anda bisa membuat konten mengenai solusi yang Anda tawarkan serta mengapa Anda lebih baik dibanding kompetitor.

5. Apa saja tips untuk merancang buyer’s journey?

Hal positif dari dunia digital bagaimana Anda relatif lebih mudah untuk melihat apa yang dibutuhkan pelanggan di setiap tahap buyer’s journey. Anda bisa menggunakan Google auto-fill atau related search untuk mengetahui konten apa yang harus dibuat.

Setelah Anda membuat daftar topik untuk konten, Anda bisa mengelompokkannya ke dalam kategori tertentu dan menggunakan Google Trends untuk mengetahui kategori konten mana yang lebih penting serta sesuai dengan buyer’s journey pelanggan Anda.

Anda bisa menggunakan tools lain untuk mengetahui pertanyaan apa yang perlu dijawab dengan konten Anda di setiap tahapan buyer’s journey. Kemudian, Anda juga perlu melihat apakah konten Anda muncul di halaman pencarian untuk istilah pencarian yang digunakan oleh target pelanggan Anda di tiap buyer’s journey? Identifikasi 15-20 istilah pencarian atau keywords teratas yang digunakan oleh pelanggan Anda di tiap buyer’s journey dan lacak visibilitas Anda terhadap kompetitor.