Apa itu B2B Marketing: Arti, Strategi, Hingga Penerapan Influencer Marketing
Apa Itu B2B Marketing
B2B marketing adalah proses marketing yang dilakukan oleh satu bisnis kepada bisnis lain. Targetnya bukan konsumen individu, tetapi perusahaan yang membutuhkan produk atau layanan untuk mendukung operasional mereka. Karena proses pengambilan keputusan cenderung lebih panjang, B2B marketing perlu di nurturing.
Perbedaan B2B vs B2C
Meskipun keduanya bertujuan menghasilkan penjualan, karakter B2B dan B2C sangat berbeda:
Audiens: B2C menargetkan konsumen, sementara B2B menargetkan organisasi dengan struktur keputusan yang kompleks.
Proses Pembelian: B2B membutuhkan riset, persetujuan internal, dan evaluasi multi-level. B2C cenderung lebih cepat dan spontan.
Volume & Transaksi: B2B biasanya low volume namun high value; B2C sebaliknya.
Strategi B2B Marketing
Model B2B membutuhkan pendekatan yang lebih panjang. Tidak cukup hanya awareness, yang utama adalah konsistensi edukasi, trust, dan hubungan jangka panjang.
Berikut fondasi yang perlu dilakukan sebelum menyusun marketing plan:
1. Pahami Kompetitor
Analisis kompetitor dalam B2B bukan hanya mengidentifikasi siapa pesaingmu, tapi memahami bagaimana mereka membangun value secara keseluruhan.
Gunakan prinsip SWOT dan pastikan kamu memetakan hal berikut:
Penawaran produk kompetitor & unique selling points
Taktik pemasaran yang mereka gunakan
Channel distribusi konten serta gaya komunikasi mereka
Persona yang mereka targetkan
2. Tentukan Channel & Taktik Pemasaran Berbasis Data
Setelah memahami landscape, pilih channel yang benar-benar digunakan oleh target buyer. Ingat bahwa buyer B2B mengonsumsi informasi dari berbagai channel. Kuncinya sesuaikan channel dengan journey pembeli, bukan sekadar mengikuti tren. Fokus ke channel yang memberi dampak terbesar.
Channel yang relevan antara lain:
Baca juga:
Customer Journey Mapping: Cara Memahami Perilaku Pelanggan di Era Digital dengan Model 5A
Email & newsletter
SEO & LinkedIn
Webinar & podcast
Paid ads berbasis intent
2. Perkuat Branding
Branding dalam B2B bukan soal logo atau warna. Ini tentang nilai, kepercayaan, dan kredibilitas. Brand yang solid menjadi pondasi untuk memperkuat top-of-mind dan meningkatkan konversi dari seluruh aktivitas pemasaran.
Brand B2B yang kuat biasanya memiliki:
Positioning yang jelas dan relevan
Identitas visual & komunikasi yang konsisten
Value proposition yang mudah dipahami
Thought leadership yang terlihat
3.Perkuat Content dan Social Media Marketing
B2B bukan berarti tidak bisa bermain di social media. Bahkan, perusahaan besar memanfaatkannya untuk membangun awareness jangka panjang.
Konten adalah pilar edukasi B2B, mulai dari:
Artikel edukatif
Whitepaper
Case study
Webinar
Demo produk
Konten edukatif, short video, memes di Instagram dan Tiktok
UGC profesional di LinkedIn
4.Buat Website Profesional
Website adalah “etalase digital” yang menjadi titik utama calon client melakukan evaluasi. Banyak persona Website B2B harus jelas, informatif, mobile-friendly, serta memiliki CTA yang kuat. Sertakan landing page yang rapi, portfolio, testimonial, dan penjelasan produk yang mudah dipahami.
5. Influencer Marketing dalam B2B
Influencer B2B biasanya bukan selebriti, tapi profesional, praktisi industri, founder, atau subject-matter expert yang punya kredibilitas tinggi.
Mereka bisa mengedukasi dengan pengalaman nyata
Membantu membangun trust lebih cepat
Menarik awareness di komunitas spesifik
Menunjukkan cara kerja produk lewat demo, studi kasus, review
Influencer marketing di B2B sekarang makin jarang dijalankan cuma “sekali lewat”. Menurut Sprout Social, sekitar 58% tim marketing B2B sudah beralih ke pendekatan always-on alias kolaborasi dengan influencer yang konsisten dan berkelanjutan.
Pendekatan ini bikin brand punya waktu membangun hubungan jangka panjang, bukan cuma dengan influencer, tapi juga dengan audiensnya.
Dan dampaknya terasa jelas, tim yang tidak menerapkan strategi always-on jauh lebih sering merasa influencer marketing mereka kurang efektif. Sebaliknya, hampir semua tim yang menjalankannya justru menilai strateginya berhasil.
Pendekatan B2B modern tidak lagi hanya soal menjual produk, tetapi tentang membangun hubungan, memberikan edukasi, dan menunjukkan nilai nyata. Influencer marketing ketika dilakukan dengan kolaborasi autentik bersama para profesional dapat menjadi akselerator kuat untuk meningkatkan awareness, kredibilitas, dan konversi.
Ingin mulai menerapkan influencer marketing untuk bisnis B2B kamu? Ayo kenalan dengan Fair, all in one marketing tools, solusi untuk menemukan hingga menganalisa campaign kolaborasi influencer yang relevan untuk brand B2B.